KOTA LAHIRKU

(Gambar : Pulau Merah, Banyuwangi)


Hai guys, gimana kabarnya? Semoga baik ya…

Balik lagi sama konten nulis sedyo pinerdi si anak paling belajar nulis hahahahahahahaha. Oke, setelah kemarin aku perkenalan diri ke kalian soal pekerjaanku yang udah aku geluti 2 tahun belakangan ini. Kali ini aku mau mengenalkan kalian dengan tempat tinggalku, jadi akutu aslinya lahir di banyuwangi 26 tahun yang lalu dari rahim seorang ibu yang super strong dan dinafkahi oleh tulang punggung ayah paling kuat didunia ini aseeeekkkk.

Kalian tau Banyuwangi? Kalian pernah denger? Wah parah sih kalau nggak pernah denger. kalian pernah tau titik pertama diujung pulau jawa yang bisa melihat sunrise daripada tempat yang lain? Yaps itu adalah Banyuwangi, kota paling ujung timur pulau jawa yang sekaligus menjadi tempatku lahir.

Banyuwangi, mungkin nama kota yang cukup unik ya terlebih buat kalian yang bisa Bahasa jawa kata “Banyuwangi” itu bermakna air yang berbau harum. Kok berbau harum? Apakah semua air dibanyuwangi baunya wangi semua kayak gacha event games di tanggal cantik? Hahahahahahaha ya enggak gitu dungs, sini aku certain.

Awalcerita, dahulu kala ada seorang raja Bernama prabu sulahkromo yang menjabat dengan ditemi oleh sebuah patih yang menawan Bernama patih sidopekso. Patih sidopekso punya seorang istri yang Bernama sri tanjung Dimana parasnya konon sangatlah elok sehingga membuat sang raja tergila gila. Karena tebawa Hasrat maka sang raja berfikirlah untuk membujuk dan merayu sri tanjung dengan rencana liciknya. Diperintahkanlah patihnya untuk menjalankan sebuah misi, sepeninggal sang patih sidopekso sikap senonoh prabu sulahkromo pun bergelora hingga terang terangan merayu sri tanjung. Namun cinta sang raja tidak pernah terjawab oleh kesetiaan sri tanjung kepada suaminya.

Sepulangnya patih sidopekso dari misi raja, ia langsung menemui raja. Sang rajapun semakin memainkan akal bulusnya dengan memfitnah bahwa sri tanjung sepeninggal patih untuk menjalankan misi dari raja justru merayu dan menggoda raja. Maka murkalah patih sidopekso, tanpa berfikir Panjang pulanglah patih dan diseretnya sri tanjung ke tepi Sungai yang keruh dan kumuh dengan niatan untuk dibunuh.

Tepat sebelum patih sidopekso menghunuskan kerisnya, sri tanjung mengucapkan sebuah sumpah yaitu apabila darahnya membuat air sungai berbau busuk maka dirinya telah berbuat seperti yang diceritakan raja kepada patih, tapi jika air sungai berbau harum maka ia tidak bersalah.

Patih Sidopekso tidak lagi mampu menahan diri, segera menikamkan kerisnya ke dada Sri Tanjung. Darah memercik dari tubuh Sri Tanjung dan mati seketika. Mayat Sri Tanjung segera diceburkan ke sungai dan sungai yang keruh itu berangsur-angsur menjadi jernih seperti kaca serta menyebarkan bau harum, bau wangi. Patih Sidopekso terhuyung-huyung, jatuh dan ia jadi linglung, tanpa ia sadari, ia    menjerit "Banyu..... ... wangi............... . Banyu    wangi ... .." Banyuwangi terlahir dari bukti cinta istri    pada suaminya. (sumber : https://banyuwangikab.go.id/)

Menarik bukan kisah kota lahirku hahahahahahahahaha, lokasi kejadian tragedy banyuwangi ini ada loh sampai sekarang. Sekarang lokasi tersebut dipercayai adalah sumur sri tanjung yang ada di pendopo Banyuwangi, kok dari Sungai jadi sumur cuy? Hahahahahaha karena emang cerita rakyat seputar Sejarah Banyuwangi ini banyak versi cuy.

Oke, mungkin itu aja dulu ya lanjutan perkenalan aku sebagai penulis amatir. Kita lanjut lain hari lagi karena hari ini aku cukup banyak kerjaan, jangan lupa like, comment and share konten ini ya supaya aku bisa Kembali ke jalan yang benar hahahahahahahaha, oke terimakasih sampai jumpa di konten selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S2, Kerja Remote, dan Tragedi Ketiduran pas Diskusi Online

PERKENALAN